RSS

Ichi Rittoru No Namida

08 Apr

Sebagai seorang gadis, Aya Ikeuchi boleh dibilang sangat beruntung. Dibesarkan oleh keluarga pemilik restoran tofu, gadis cantik itu siap melangkah ke jenjang sekolah menengah dan cukup berprestasi. Namun belakangan, terjadi hal-hal yang cukup janggal.

Dalam beberapa kesempatan, Aya kedapatan sering terjatuh tanpa sebab dan cara berjalannya juga aneh. Sang ibu Shioka akhirnya membawa putri kesayangannya ke seorang dokter, dan apa yang disampaikan sangat mengejutkan : Aya divonis menderita penyakit langka spinocerebellar degeneration.

Penyakit yang belum ditemukan obatnya tersebut adalah kelainan pada syaraf otak dimana sang penderita kelak tidak akan mampu berjalan, berbicara, bahkan makan. Sudah tentu, hal ini langsung memukul keluarga Ikeuchi, terutama Aya yang sadar kalau hidupnya hanya tinggal menunggu waktu.

Untungnya, gadis itu secara tidak sengaja berkenalan dengan seorang pria bernama Haruto Asou. Dari Aya, Asou malah belajar banyak hal tentang kehidupan terutama dalam hal bersikap pantang menyerah dan terus berjuang.

Makin lama, penyakit gadis malang itu semakin kritis. Untuk mengetahui sejauh mana perkembangan Aya, dokter memintanya untuk menulis segala hal yang dialami di buku harian milik gadis itu. Sebuah buku yang kelak mengubah kehidupan banyak orang.

Tidak bisa disangkal, inilah serial Jepang alias dorama yang paling banyak dibicarakan dalam kurun waktu dua tahun terakhir. Kontroversi semakin merebak setelah serial yang diambil dari kisah nyata almarhumah Aya Kitou, yang berjuang selama 15 tahun sebelum meninggal di tahun 1988, ditampilkan dalam sinetron Buku Harian Nayla yang memiliki plot dan jalan cerita identik.

Dibuat pada tahun 2006 dan cukup sukses saat diputar di negeri Sakura, One Liter of Tears memperkenalkan pemirsa pada kehebatan akting Erika Sawajiri yang begitu pas memerankan setiap gerak-gerik si tokoh utama yang dikisahkan menderita penyakit syaraf langka. Selain itu, masih ada nama aktor muda seperti Ryou Nishikido sebagai Haruto Asou yang begitu setia menemani Aya hingga akhir hidupnya.

Selain jalan ceritanya yang membuka mata penonton untuk lebih menghargai kehidupan, yang tidak boleh dilupakan adalah dua lagu yang menghiasi One Liter of Tears. Yang pertama adalah Konayuki milik Remioromen yang dibawakan dengan tempo cepat, sementara yang kedua adalah Only Human yang dibawakan penyanyi asal Korea K yang syairnya begitu puitis.

Meski telah diberitahu oleh Dokter Tanabe dan Dokter Mizuno ia diperbolehkan pulang setelah menerima dua suntikan, Aya tetap pesimis kondisinya bakal membaik. Apalagi, sang ibu Shioka juga telah datang ke sekolah untuk memberitahu kondisinya pada guru-guru.

Dalam perjalanan ke rumah sakit, Shioka menyempatkan diri mampir ke tempat dimana Aya biasa bermain basket dan bayang-bayang aksi putrinya langsung hadir. Ketika bertemu dokter Mizuno, wanita itu sempat menolak ketika ditawari untuk membuat kartu yang mengesankan Aya seperti orang cacat, namun formulir pembuatan kartu tersebut akhirnya tetap dibawanya pulang.

Di rumah sakit, Aya dibantu oleh Ako saat membereskan pakaiannya dan diam-diam, sang adik memperhatikan cara Aya berjalan dan sadar ada sesuatu yang salah. Kecurigaan tersebut semakin menjadi ketika pulangnya Aya disambut dengan gembira oleh kedua orang tuanya.

Saat yang dinanti-nanti itu tiba juga, keesokan harinya Aya berangkat ke sekolah dengan menggunakan taksi (dan sempat diprotes Ako yang akhirnya terdiam setelah dinasehati kedua orang tuanya). Wali kelas akhirnya mengumumkan tentang kondisi Aya dan meminta rekan-rekan sekelasnya untuk memberi dukungan, namun gadis malang itu malah merasa ada kejanggalan.

Satu-satunya yang bisa menerima Aya apa adanya adalah Asou, meski saat bertemu gadis itu lagi-lagi terjatuh karena gangguan gerak motoriknya. Tanpa diketahui siapapun, Asou berusaha menyelidiki tentang penyakit Aya lewat internet.

Kerja keras Asou dalam mempelajari Biologi diam-diam diperhatikan oleh ibunya, yang langsung memberitahu sang suami kabar gembira tersebut. Rupanya, mereka berharap pemuda itu mampu meneruskan cita-cita mendiang Keisuke anak tertua mereka. Namun saat masuk kekamar, sang ayah mendapati Asou sudah tertidur dengan tumpukan buku-buku disampingnya.

Saat pelajaran olahraga, Aya memutuskan untuk tetap tinggal dikelas dan hanya memperhatikan teman-teman sekelasnya hingga mendadak jatuh pingsan. Untungnya Asou berada disana, gadis itu segera dilarikan ke rumah sakit.

Dari Dokter Mizuno, Asou akhirnya tahu dengan pasti penyakit apa yang diderita Aya. Baru saja melangkah keluar, ia telah dicegat oleh sang ayah yang setelah mengobrol tentang banyak hal, meminta sang putra untuk meninggalkan Aya. Keruan saja, Asou langsung menolak.

Di rumah keluarga Ikeuchi, Mizuo dan Shioka kembali bertengkar tentang apa yang harus mereka perbuat dalam menjaga Aya sampai tiba-tiba Ako muncul. Tak berapa lama, Aya yang berusaha turun dari kamarnya kembali terjatuh.

Tidak tahan lagi untuk menyimpan rahasia, Mizuo dan Shioka akhirnya menuturkan tentang penyakit yang sebenarnya diderita Aya pada ketiga anak mereka. Hiroki dan Rika langsung menunjukkan dukungan pada sang kakak, namun tidak demikian dengan Ako yang masih tidak bisa percaya begitu saja.

Di sekolah, Aya untuk terakhir kalinya berlatih basket sebelum memutuskan mundur dari tim. Mendadak, Haruto muncul dan menemaninya membereskan bola yang berserakan. Dalam perjalanan keluar, gadis itu meminta sang sahabat untuk membantunya menyelesaikan satu urusan lagi. Rupanya, hal itu berkaitan dengan Kawamoto.

KONAYUKI by REMIOROMEN

Konayuki mau kisetsu wa itsumo sure chigai
Hitogomi ni magirete mo onaji sora miteru no ni
Kaze ni fukarete nita you ni kogoeru no ni

Boku wa kimi no subete nado shitte wa inai darou
Soredemo ichi oku nin kara kimi wo mitsuketa yo
Konkyo wa naikedo honki de omotterunda

Sasaina ii aimo nakute
Onaji jikan wo ikite nado ike nai
Sunao ni nare nai nara
Yorokobi mo kanashimi mo munashii dake

Konayuki nee kokoro made shiroku somerareta nara
Futari no kodoku wo wake au koto ga dekita no kai

Boku wa kimi no kokoro ni mimi wo oshi atete
Sono koe no suru hou he sutto fukaku made
Orite yukitai soko de mou ichi do aou

Wakari aitai nante
Uwabe wo nadete itano wa boku no hou
Kimi no kajikanda te mo nigirishimeru
Koto dakede tsunagatteta no ni

Konayuki nee eien wo mae ni amari ni moroku
Zara tsuku asufaruto no ue shimi ni natte yuku yo

Konayuki nee toki ni tayori naku kokoro wa yureru
Soredemo boku wa kimi no koto mamori tsuduketai

Konayuki nee kokoro made shiroku somerareta nara
Futari no kodoku wo tsutsunde sora ni kaesu kara

ONLY HUMAN by K

Kanashimi no mukou kishi ni
Hohoemi ga aru toiu yo

Kanashimi no mukou kishi ni
Hohoemi ga aru to iu yo
Tadori tsuku sono saki ni wa
Nani ga bokura wo matteru?

Nigeru tame ja naku yume ou tame ni
Tabi ni deta hazusa tooi natsu no ano hi

Ashita sae mieta nara tame iki mo nai kedo
Nagare ni sakarau fune no you ni
Ima wa mae he susume

Kurushimi no tsukita basho ni
Shiawase ga matsu toiu yo
Boku wa mada sagashite iru
Kisetsu hazure no himawari

Kobushi nigirishime asahi wo mateba
Akai tsume ato ni namida kirari ochiru

Kodoku ni mo nareta nara
Tsuki akari tayori ni
Hane naki tsubasa de tobi tatou
Motto mae he susume

Amagumo ga kireta nara
Nureta michi kagayaku
Yami dake ga oshiete kureru
Tsuyoi tsuyoi hikari
Tsuyoku mae he susume

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada April 8, 2010 in Uncategorized

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: